Hehehe.. Mulai blogging dengan tertawa!
Bukan berarti suasana hati lagi ok, tapi ntah kenapa saja, jadi suka senyam-senyum sendiri. :p Uhmm, okay, semester 8, harusnya mendewasa kan? *meskipun saya merasa udah sedikit mendewasa, tapi yaaa masih aga2 gimanaa gitu.*
Yep, ngomong tentang dewasa, semua orang harus dituntut jadi dewasa dalam menjalani hidup. meski ada pepatah mengatakan “tua itu pasti, dewasa itu pilihan..”, masih bingung kenapa ada orang yang masih tidak mau memilih untuk menjadi dewasa. Saya berpikir, kalo sudah menginjak usia 20-an, sudah harus berpikir, setelah kuliah mau ngapain. Mau merit lah, kerja lah, sekolah lagi lah, dan sebagainya. Bukan hal-hal yang hendak kita lakukan setelah kuliah yang menentukan kita dewasa atau tidak. BUT, tindakan-tindakan yang kita lakukan tersebut akan menghasilkan apa buat kita ke depannya.
Uhmm, sejujurnya saya dulu bener2 not dewasa at all. I like to cry a lot (mungkin sampe sekarang juga), suka ngambek, semau gue, batu, dan teman-temannya lah. Tapi banyak hal yang terjadi, khususnya di taun kemaren, yang bener-bener menempah saya menjadi “lebih dewasa” or “berpikir dewasa”. Saya berpikir, udah terlalu banyak air mata, emosi, pikiran, yang dibuang-buang hanya gara2 “tidak bertindak dan berpikiran dewasa”. That’s why, itu yang membuat saya terpacu untuk menjadi orang dewasa, yang bertanggung jawab atas apa yang kulakukan, kukatakan, dan yang kuinginkan.
Being dewasa tidak seseram yang dibayangkan ko. Cuma emang punya tanggung jawab moral yang lebih berat aja daripada “manusia2 dewasa nanggung, yang sok dewasa, tapi tingkah masi kaya anak SMA”. Tapi memang kembali lagi ke personal, “do you want to be a grown up right now?”


